Antara Syawal dan materialis

Syawal adalah peningkatan amal dan perbuatan selama ramadhan. Taqwa merupakan ruh dari Syawal. Karena hasil dari puasa ramadhan adalah taqwa. Seharusnya seseorang setelah menjalani ramadhan seseorang menjadi lebih meningkat.

Fakta yang kita jalani berbeda jauh dalam apa yang telah dinyatakan dalam Al Qur’an. Apa sebab itu terjadi? Bukankah kita selalu beribadah dan mengetahui bahkan memahami maksud dan tujuan puasa? Ternyata fenomena taqwa dan Syawal bukan hanya lingkaran pemahaman tetapi juga lingkaran kesadaran. Lantas apa penyebab kesadaran itu tidak muncul? Karena kurangnya perenungan. Inilah menjadi problem mendasar. Tidak heran jika selama ini Al Qur’an menyuruh kita itu tafakur terhadap apa yang dilihat dan dialami.

Perenungan akan hilang jika kita masih berpegang terhadap materialis yang kita tanam. Materialis yang kita tanam selama ini menjadikan hilang akan kesadaran Ta’kiluun atau Tafakaruun dari sini bisa di simpulkan kehancuran akal, moral dan peradaban sebabnya materialis yang selama ini kita tanamkan dalam psikologi kita. Dari situlah marilah kita berusaha untuk tidak menjadi manusia materialis.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai