Penyesalan

Entah kenapa semenjak di PTQ saya merasa kurang di hargai ketika usia 25 tahun. Jarang komunikasi sama ustdzah ptq merasa saya bukan siapa-siapa dan terkadang merasa menyalahkan diriku sendiri kenapa qw di sini mungkin ketika tdk disini saya tdk mengalami hal gini. Dulu disaat awal disini saya sangat senang ingin ada perubahan di pesantren ptq. Tetapi, semenjak disini banyak sekali problem.

Lingkungan perempuan membuat ada regulasi dan aturan yg belum menikah jangan ikut campur adanya perkembangan ptq. Merasa di ptq bukan siapa dan apalagi saya belum menikah. Jadi cuma penyuruh orang. Dari sini qw belajar perempuan alim tidak selamanya baik bagiku dan tidak semua pr buruk itu buruk bagiku. Begitupun lembaga baik tidak selamanya baik bagiku dan lembaga buruk tidak selamanya buruk bagiku.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai